EKSTERNAL
A. Dahulu ( sebelum tahun 2000)
ü
Punch cards
Yaitu media penyimpanan yang diciptakan pada tahun 1752 oleh Basile
Bouchon. Punch card hanya mampu menyimpan sedikit data. Sebenarnya Punch card
tidak digunakan untuk menyimpan data melainkan untuk menyimpan sebuah
pengaturan mesin tekstil.
ü
Punched tape
Yaitu media penyimpanan yang diciptakan pada tahun 1846 oleh Alexander
Bain, pada awalnya Punched tape digunakan untuk mesin fax, telegram, industri
tekstil sebagai alat tenun mekanik. Di dunia komputer Punched tape digunakan untuk input dan output
data, setiap pita mewakili satu karakter.
ü
Wiliams tube / Wiliams – Kilburn tube
Yaitu media penyimpanan yang diciptakan pada tahun 1947 oleh Freddie
Wiliams dan Tom Kilburn. Wiliams tube / Wiliams – Kilburn tube merupakan RAM
pertama dengan kecepatan 1.2 miliseconds per instruksi dan mempunyai kapasitas
512 sampai 1024 bits.
ü
Selectron tubes
Yaitu media penyimpanan yang diciptakan pada tahun 1953 oleh RCA. Selectron tubes memiliki kapasitas
penyimpanan data sebesar 256 sampai 4096 bits (32 sampai 512 bytes). Selectron
tubes yang mempunyai kapasitas 4096 ini mempunyai panjang 25 cm dn lebar 8 cm.
Selectron tubes adalah media penyimpanan yang sangat mahal, sehingga tidak
sukses dipasaran.
ü
Drum Memory
Yaitu media penyimpanan yang ditemukan pada tahun 1932 oleh Gustav
Tauschek di Austria, namun terkenal pada era 1950an sampai 1960an. Kapasitas
penyimpanannya adalah 10 kB.
ü
Magnetic tape
Yaitu media penyimpanan yang digunakan pada tahun 1951 oleh IBM untuk
menyimpan data kedalamnya, Magnetic tape dapat menyimpan data 128 bits per inc.
IBM 350
Yaitu media penyimpan dari super
komputer pertama yang dibuat dengan 50 disc berukuran 24 0nc yang dapat
berputar hingga 1200 RPM. Kapasitas penyimpanan tidak besar hanya 4,4 MB(setara
dengan 5 milyar karakter).
ü
Compact Cassette
Yaitu media penyimpanan yang diperkenalkan pada tahun 1963 oleh Philips
namun mulai populer pada tahun 1970an.
ü Floppy Disk
Yaitu media penyimpanan yang diperkenalkan pada tahun 1969 dengan ukuran
8 inc yang hanya dapat menyimpan 80Kb dan hanya bida read-only. Pada tahun 1972
disket yang serupa juga dimunculkan dengan ukuran yang sama namun dapat
menyimpan 1,2 MB yang bisa menyimpan data berulang – ulang. Pada ahun 1990an
dimunculkan lagi Floppy Disk dengan ukuran 3 inc yang dapat menyimpan data
sebesar 250 MB
ü Laserdisc
Yaitu media penyimpanan yang diciptakan pada tahun 1978. Laserdusc
dikenal dengan Laser videodisc dan Tom Disco Vision dengan diameter 30 cm.
Laserdisc ini mampu memutar audio atau video hingga 60 menit.
ü
Compact Disc (CD)
Yaitu media penyimpanan yang diciptakan pada tahun 1979 oleh Philips dan
SONY. CD mulai dipasarkan tahun 1982. Kapasitas CD sebesar 700 MB.
ü IBM 3380
Yaitu media penyimpanan yang diciptakan pada tahun 1980. IBM 3380 merupakan media penyimpan pertama dengan kemampuan penyimpanan
2,52 GB. Besar IBM 3380 ini sebesar kulkas yang mempunyai berat sekitar 250 kg
dan harganya sekitar 729 juta sampai 1,2 Milyar.
ü ST-506
Yaitu media penyimpanan yang diciptakan pada tahun 1980 oleh Seagate. ST-506
merupakan hardisk pertama yang berukuran 5,26 inc.
ü Digital
Audio Tape (DAT)
Yaitu media penyimpanan yang diciptakan pada tahun 1987 oleh SONY. DAT
berfungsi sebagai media penyimpanan audio. DAT mempunyai kapasitas 1,3 GB,
sehingga mampu memainkan audio selama 120 menit.
ü MiniDisc
(MD)
Yaitu media penyimpanan yang diciptakan pada september 1992 oleh SONY. MD
mampu menyimpan 140 MB.
ü Zip drive
Yaitu media penyimpanan yang diciptakan pada tahun 1994 oleh SONY. Kapasitas
dari Zip drive adalah 100 MB. Zip drive bisa digunakan berulang-ulang dan lebih
cepat daripada CD-R.
ü DVD
Yaitu media penyimpanan yang diciptakan pada tahun 1995 oleh SONY,
Philips, Thoshiba, dan Panasonic. DVD merupakan perkembangan dari CD
yang dapat menyimpan hingga 8,5 GB.
ü Seagate Barracuda
Yaitu media penyimpanan yang dirilis pada tahun 1996. Seagate
Barracuda merupakan hardisk pertama dengan kecepatan putaran 7200 RPM. Seagate
Barracuda saat itu mampu menyimpan data sebesar 2.5 GB disebut dengan seri
Barracuda 2LP.
ü Microdrive (MD)
Sebelum
flash memory ada, sebelumya muncul IBM 170 Microdrive, yang dibuat pada tahun
1999. IBM 170 microdrive berkapasitas 170 MB.
B. Sekarang (tahun 2000 sampai saat ini)
1. USB Flash Drive
Yaitu media penyimpanan yang
mulai dipasarkan pada tahun 2000 di Amerika Selatan. Flash Drive merupakan perangkat penyimpanan paling trend pada era
ini. Yang mudah di bawa da kapasitas nya yang tidak di ragukan lagi. USB
flash drive adalah alat penyimpanan data memori flash tipe NAND yang memiliki
alat penghubung USB yang terintegrasi. Flash drive ini biasanya berukuran
kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulisi dengan mudah. USB flash
drive memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya,
khususnya disket atau cakram padat. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan
kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki
bagian yang bergerak) daripada disket. Kapasitas yang dimiliki mulai dari 2GB,
4GB, 6GB, 8GB, 16GB, dll harganya pun saat ini sangat terjangkau.
2. Secure
Digital Card (SD Card
Yaitu media penyimpanan yang dikenalkan pada tahun 2000. SD Card saat
itu hanya berkapasitas 32 MB, SD Card memiliki banyak tipe diantaranya: miniSD,
miniSDHC, miniSDIO, microSD, SDHC, dan SDXC. SD Card sering digunakan untuk
media penyimpanan pada kamera dan ponsel.
3. HD DVD
Yaitu media penyimpanan yang dipasarkan pada tahn 2006 oleh Toshiba. HD
DVD mampu menyimpan sampai dengan 30 GB
4. Blu-ray Disc (BD)
Yaitu media penyimpanan yang
diluncurkan pada tahun 2006 oleh SONY . Kapasitas penyimpanan Blu-ray Disc
sebesar 60 Gb.
5. Solid-State
Drive (SSD)
Yaitu media penyimpanan yang
diperkenalkan pada tahun 2008. SSD pada saat itu memiliki kapasitas penyimpanan
sebesar 64GB. Waktu booting lebih cepat, dan ukuran yang lebih kecil.
6. Cloud Storage
Ditahun 2012
dapat menemukan media penyimpanan yang bernama dengan Cloud Storage. Dengan
menggunakan ini kamu dapat mengakses data yang kamu miliki dimana saja dan
kapan saja kamu berada, selama kamu memiliki akses internet. Cloud Storage yang
cukup terkenal dengan memberikan media penyimpanan gratis adalah SkyDrive,
Google Drive, DropBox, dan Box.
C. Masa depan (setelah tahun 2013)
Untuk
teknologi masa depan suatu saat akan tercipta Holographic Versatile Disc (HVD)
yang dapat menyimpan data 160 kali lebih banyak dari Blu-Ray Disc. Kemampuan
menyimpa data hingga 3.9 TB (Tera Byte) dalam sebuah disk atau secara dengan
4.600 – 11.900 jam menjalankan video menggunakan MPEG4.
INTERNAL
A. RAM
A. RAM
RAM yang merupakan singkatan dari Random Access
Memory ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar – besaran oleh
Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari
sini lah perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan
tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu
akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).
- DRAM
Pada tahun 1970, IBM menciptakan sebuah memori yang
dinamakan DRAM. DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access
Memory. Dinamakan Dynamic karena jenis memori ini pada setiap interval waktu
tertentu, selalu memperbarui keabsahan informasi atau isinya. DRAM mempunyai
frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz.
2. FP RAM
Fast Page Mode DRAM atau disingkat dengan FPM DRAM
ditemukan sekitar tahun 1987. Sejak pertama kali diluncurkan, memori jenis ini
langsung mendominasi pemasaran memori, dan orang sering kali menyebut memori
jenis ini “DRAM” saja, tanpa menyebut nama FPM. Memori jenis ini bekerja
layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bagian
dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan
isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya
berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih
cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada
rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain
itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB)
per detiknya. Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel
286, 386 serta sedikit 486.
3. EDO RAM
Pada tahun 1995, diciptakanlah memori jenis Extended
Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan
penyempurnaan dari FPM. Memori EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga
dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang
cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi
33MHz hingga 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun
keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan
kemampuan.
Memori EDO DRAM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal.
Memori EDO DRAM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal.
4. SDRAM PC66
Pada peralihan tahun 1996 – 1997, Kingston
menciptakan sebuah modul memori dimana dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi)
bus yang sama/sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. Itulah
sebabnya mengapa Kingston menamakan memori jenis ini sebagai Synchronous
Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai
PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori
sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya
membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.
Dengan kemampuannya yang terbaik saat itu dan telah diproduksi secara masal, bukan hanya oleh Kingston saja, maka dengan cepat memori PC66 ini menjadi standar memori saat itu. Sistem berbasis prosessor Soket 7 seperti Intel Pentium klasik (P75 – P266MMX) maupun kompatibelnya dari AMD, WinChip, IDT, dan sebagainya dapat bekerja sangat cepat dengan menggunakan memori PC66 ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun masih menggunakan sistem memori SDRAM PC66.
Dengan kemampuannya yang terbaik saat itu dan telah diproduksi secara masal, bukan hanya oleh Kingston saja, maka dengan cepat memori PC66 ini menjadi standar memori saat itu. Sistem berbasis prosessor Soket 7 seperti Intel Pentium klasik (P75 – P266MMX) maupun kompatibelnya dari AMD, WinChip, IDT, dan sebagainya dapat bekerja sangat cepat dengan menggunakan memori PC66 ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun masih menggunakan sistem memori SDRAM PC66.
5. SDRAM PC100
Chipset ini didesain untuk dapat bekerja pada
frekuensi bus sebesar 100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel
untuk dipasangkan dengan prosessor terbaru Intel Pentium II yang bekerja pada
bus 100MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100MHz sementara Intel
tetap menginginkan untuk menggunakan sistem memori SDRAM, maka dikembangkanlah
memori SDRAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100MHz.
6.
DDRAM
Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem
memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan
arsitektur memori SDRAM. Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus
Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2,5
volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut
dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya
(1GB = 1000MHz). Sayangnya kecanggihan DRDRAM tidak dapat dimanfaatkan oleh
sistem chipset dan prosessor pada kala itu sehingga memori ini kurang mendapat
dukungan dari berbagai pihak. Satu lagi yang membuat memori ini kurang diminati
adalah karena harganya yang sangat mahal.
7. RDRAM PC800
Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga
mengembangkan sebuah jenis memori lainnya dengan kemampuan yang sama dengan
DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika
DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada
tegangan 3,3 volt. Nasib memori RDRAM ini hampir sama dengan DRDRAM, kurang
diminati, jika tidak dimanfaatkan oleh Intel.
Intel yang telah berhasil menciptakan sebuah prosessor berkecepatan sangat tinggi membutuhkan sebuah sistem memori yang mampu mengimbanginya dan bekerja sama dengan baik. Memori jenis SDRAM sudah tidak sepadan lagi. Intel membutuhkan yang lebih dari itu. Dengan dipasangkannya Intel Pentium4, nama RDRAM melambung tinggi, dan semakin lama harganya semakin turun.
- SDRAM PC133
Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun
1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking,
amalah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM
PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns
dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133
dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga
mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang
dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.
9. SDRAM PC150
Perkembangan memori SDRAM semakin pesat setelah
Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu bekerja
pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai
frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja
sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu
mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya.
Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150.
10. DDR SDRAM
Masih di tahun 2000, Crucial berhasil mengembangkan
kemampuan memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pada SDRAM biasa hanya
mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka
DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu yang sama. Teknik yang digunakan
adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada
SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR
SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang
negatif. Oleh karena dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan
kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory.
Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100-133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya.
Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100-133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya.
11. DDR RAM
Pada 1999 dua perusahaan besar microprocessor INTEL
dan AMD bersaing ketat dalam meningkatkan kecepatan clock pada CPU. Namun
menemui hambatan, karena ketika meningkatkan memory bus ke 133 Mhz kebutuhan
Memory (RAM) akan lebih besar. Dan untuk menyelesaikan masalah ini maka
dibuatlah DDR RAM (double data rate transfer) yang awalnya dipakai pada kartu
grafis, karena sekarang anda bias menggunakan hanya 32 MB untuk mendapatkan
kemampuan 64 MB. AMD adalah perusahaan pertama yang menggunakan DDR RAM pada
motherboardnya.
12.
DDR2 RAM
Ketika memori jenis DDR (Double Data Rate) dirasakan
mulai melambat dengan semakin cepatnya kinerja prosesor dan prosesor grafik,
kehadiran memori DDR2 merupakan kemajuan logis dalam teknologi memori mengacu
pada penambahan kecepatan serta antisipasi semakin lebarnya jalur akses
segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik (graphic card) yang hadir
dengan kecepatan komputasi yang berlipat ganda.
Perbedaan pokok antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan secara maksimum dalam sebuah lingkungan komputasi yang semakin cepat, baik di sisi prosesor maupun grafik.
Selain itu, kebutuhan voltase DDR2 juga menurun. Jika pada DDR kebutuhan voltase tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8 Volt. Artinya, kemajuan teknologi pada DDR2 ini membutuhkan tenaga listrik yang lebih sedikit untuk menulis dan membaca pada memori.
13. DDR3 RAM
RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang
sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah
menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v,
lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori,
kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer
data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh
lebih tinggi dibandingkan DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR
sebesar 200-600 MHz (100-300 MHz). Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin.
Ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun,
produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan
dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada
motherboard tersebut sudah mendukung slot DIMM.
B.
ROM
Read Only Memory (ROM) adalah suatu himpunan dari
chip yang berisi bagian dari sistem operasi yang mana dibutuhkan pada saat
komputer dinyalakan. ROM juga dikenal sebagai suatu firmware. ROM tidak bisa
ditulisi atau diubah isinya oleh pengguna. ROM tergolong dalam media
penyimpanan yang sifatnya non volatile. Chip ROM datang dari pabriknya dengan
program atau instruksi yang sudah disimpan di dalamnya. Satu-satunya cara untuk
mengganti kontennya adalah dengan mencopotnya dari komputer dan menggantinya
dengan ROM yang lain. Chip ROM dapat berisi program yang sering digunakan,
seperti rutin-rutin komputasi untuk menghitung akar suatu bilangan dan lain
sebagainya.
Penggunaan dari ROM ini contohnya adalah sebagai media penyimpanan dari BIOS (Basic Input-Output System) yang diuat oleh pabriknya. BIOS merupakan bagian yang sangat kritis dari suatu sistem operasi, yang mana fungsinya memberi tahu komputer bagaimana caranya mengakses disk drive. Ketika komputer dinyalakan, RAM masih kosong dan instruksi yang ada pada ROM BIOS lah yang digunakan oleh CPU untuk mencari disk drive yang berisi file-file utama dalam sistem operasi. Komputer lalu memindahkan file-file tersebut ke dalam RAM dan kemudian menjalankannya.
Penggunaan dari ROM ini contohnya adalah sebagai media penyimpanan dari BIOS (Basic Input-Output System) yang diuat oleh pabriknya. BIOS merupakan bagian yang sangat kritis dari suatu sistem operasi, yang mana fungsinya memberi tahu komputer bagaimana caranya mengakses disk drive. Ketika komputer dinyalakan, RAM masih kosong dan instruksi yang ada pada ROM BIOS lah yang digunakan oleh CPU untuk mencari disk drive yang berisi file-file utama dalam sistem operasi. Komputer lalu memindahkan file-file tersebut ke dalam RAM dan kemudian menjalankannya.
Ada tiga variasi dari ROM, yaitu:
1. PROM (Programmable Read Only Memory)
Chip PROM
adalah suatu chip yang kosong yang mana program dapat dituliskan ke dalamnya
dengan menggunakan suatu peralatan khusus. Chip PROM dapat diprogram sekali dan
biasanya digunakan oleh pabrik sebagai control device di dalam
produk-produknya.
2. EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory)
EPROM mirip dengan PROM, tetapi program dapat
dihapus dan program yang baru bisa dituliskan ke dalamnya dengan menggunakan
suatu peralatan khusus yang menggunakan sinar ultraviolet. EPROM digunakan
untuk controlling device, seperti robot dan sebagainya.
3. EEPROM (Electronic Erasable Programmable Read Only Memory)
Chip EEPROM dapat diprogram ulang dengan menggunakan
suatu electric impulses yang khusus. Mereka tidak perlu dicabut atau diubah.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking